Friday, September 13, 2013

Farmakologi Keolahragaan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam olahraga, doping merujuk pada penggunaan obat peningkat performa oleh para atlet agar dapat meningkatkan performa atlet tersebut. Akibatnya, doping dilarang oleh banyak organisasi olahraga. Doping merupakan obat obatan untuk meningkatkan perfomance dalam berolahraga. Dengan perkembangan zaman doping akan semakin berubah ubah. doping sebagai zat-zat dalam bentuk apapun yang asing bagi tubuh, atau zat yang fisiologis dalam jumlah yang tak wajar dengan jalan tak wajar pula oleh seseorang yang sehat dengan tujuan untuk mendapatkan suatu peningkatan kemampuan yang buatan secara tidak jujur. Dan berbagai cara juga untuk meningkatkan dalam olahraga sehingga doping adalah penunjang dayatahan.
Doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis. Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa, kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga "bersih" (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum. Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.
Doping pada keshatan memiliki Efek samping yang termasuk meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh, meningkatkan dan membuat tidak beraturan detak jantung, serangan dan kegelisahan, kehilangan nafsu makan dan kecanduan. Ini dapat menyebabkan jantung berhenti, stroke dan kematian.

Efek Doping pada atlet sudah tahu akan bahaya doping tetapi mereka tetap saja melakukannya tanpa berpikir panjang. Atlet yang menggunakan doping biasanya karena stres, atau untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencapai hasil latihan yang maksimal. Selain itu juga untuk menunjang atlit dapat meraih prestrasi dikarenakan tergiur akan hadiah pada turnamen/pertandingan. Meskipun atlit menggunakan doping nantinya di akhir mendapatkan prestrasi akan merasakan penyesalan datang diakhir, setelah atlet pensiun maka ia akan berpikir dan merasa bahwa doping berpengaruh pada tubuhnya. Pengaruh atau efek doping tergantung pada jenis obatnya dan biasanya akan dirasakan setelah beberapa tahun atau setelah atlet berusia tua.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah efek doping yang terjadi pada atlit?
2. Bagaimanakah Peran doping sebagai performa pada atlit?
3. Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada atlit setelah menggunakan doping?

C.   Tujuan

1. Menjelaskan efek doping yang terjadi pada atlit.
2. Memaparkan peran doping sebagai performa pada atlit.
3. Menjelaskan perubahan atlit setelah menggunakan doping.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Efek doping pada Atlit
Atlet yang menggunakan doping biasanya karena stres, ia tidak mencapai hasil
latihan yang maksimal. Karena menggunakan doping sebagi penunjang pada daya tahan tubuh yang kuat. efek doping tergantung pada jenis obatnya dan biasanya akan dirasakan setelah beberapa tahun atau setelah atlet berusia tua. Efek samping yang diakibatkan termasuk membangun ciri-ciri pria pada seorang wanita, kehilangan kesuburan, impoten, jerawat dan kerusakan ginjal.
Dan jenis obat doping yang di antaranya: Analgesic. Sebagai penghilang rasa sakit ketika haid menjelang. Tetapi, dampaknya jika salah memilih obat bias mengakibatkan sulit bernapas, mual, kehilangan konsentrasi, dan mungkin menimbulkan adiksi atau kecanduan.
Diuretika  contoh : acetazolamide, bumetanide, chlorthalidone. Pada beberapa jenis olahraga yang memiliki kriteria berat badan, misalnya angkat besi,diuretika untuk mengeluarkan cairan tubuh. Dan obat oabatan yang sejenisnya Seperti obat diuretika ini banyak di gunakan oleh atlit pencak silat. Yang mana pada atlit pencak silat saat pertandingan berat badan atlit harus memenuhi syarat dalam peraturan pertandingan. Sehingga atlit pencak silat memeilih dan lebih baik mengurangi berat badan untuk memenuhi kelas pertandingan yang lebih kecil dan standar untuk pertandingan.

B. Peran Doping sebagai penunjang atlit
Peran doping yang di gunakan untuk penunjang seperti contoh ini: satu obat perangsang yang dilarang itu termasuk amphetamines, bromantan, cocaine, ephedrines and salbutamol. STEROID Anabolic steroids merangsang sel otot dan tulang untuk membuat protein baru. Mereka meningkatkan kekuatan otot dan mendorong pertumbuhan otot baru, meniru pengaruh dari hormon seks laki-laki testosteron. Performa doping yang di konsumsi atlit nantinya akan terserap pada anggota tubuh. Sehinga dalam tubuh akan di kelola dan di jadikan sebuah acuan
untuk melatih daya tahan tubuh agar tubh yang menerima rangsangan yang tinggi pada otot.

C. Perubahan Atlit yang menggunakan doping saat olahraga

Tujuan atlit menggunakan doping yaitu mencari perubahan pada dirinya dengan pemberian bahan asing bagi organisme melalui jalan apa saja atau bahan fisiologis dalam jumlah yang abnormal atau diberikan melalui jalan yang abnormal, dengan tujuan meningkatkan prestasi olahraga.
Doping yang di gunakan untuk meningkatkan. Stimulan substansi yang reraksi di otak, meningkatkankesiapan,kemampuan kompetitif, dan daya serang dan
engurangi kelelahan, membuat atlet merasa lebih kuat, lebih enerjik dan tegas. dengan adanya perubahan fisiologis maka akan menimbulkan Efek samping yang termasuk meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh, meningkatkan dan membuat tidak beraturan detak jantung, serangan dan kegelisahan, kehilangan nafsu makan dan kecanduan.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dari makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap atlit yang menggunkan doping di masa tua akan menimbulkan dampak dampak dari efek doping yang di gunakan. Dengan perubahan dari efek doping mengurangi tingkat kelelahan dan merasakan lebih memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan berenejik. Di karenakan adanya perubahan fisiologis sehingga mennimbulkan efek yang sangat besar denangn meningkatnya tekanan darah suhu tubuh menurun. Dan terjadi serangan kecanduan pada tubuhnya.





DAFTAR PUSTAKA

http://ridwanaz.com/kesehatan/pengertian-doping-jenis-jenis-doping-obat-perangsang-prestasi-yang-dilarang/
http://happyseconds.com/proof.php
http://olah-raga-indonesia.blogspot.com/2012/05/anabolik-steroid-sebagai-doping-atlet.html

No comments:

Post a Comment